Kanker Payudara

Lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada stadium lanjut.

Apa itu Kanker Payudara ?

Merupakan keganasan pada jaringan payudara dan menjadi kanker terbanyak pada wanita di Indonesia.

Faktor Resiko Kanker Payudara

  • Riwayat keluarga mengidap kanker payudara dan memiliki benjolan jinak di payudara.
  • Usia. Sekitar 80% kasus kanker payudara terjadi pada wanita diatas 50 tahun.
  • Paparan radiasi, pengaruh terapi hormon, dan sering mengkonsumsi minuman beralkohol.
  • Obesitas dan merokok

Cara Deteksi Dini Sederhana

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

Untuk memeriksa adanya benjolan, dilakukan setiap bulan beberapa hari selelah periode menstruasi, di mulai pada usia 20 tahun.

SADARI bisa dilakuan dalam posisi berdiri atau berbaring. Lakukan perabaan secara perlahan pada payudara dan ketiak. Kebiasaan ini juga bisa dilakukan saat mandi.

Pemeriksaan Untuk Deteksi Dini

  • Screening rutin bisa dilakukan setiap 2 tahun sekali, pada wanita usia lebih dari 50 tahun.
  • Sementara pada wanita risiko tinggi, pemeriksaan berkala bisa dimulai pada usia 40 tahun.
  • Pemeriksaan dapat berupa: USG Payudara dan mamogram. Konsultasikan ke dokter untuk cara pemeriksaan yag baik untuk Anda.

Gejala Kanker Payudara

Pada umumnya gejala berupa :

  • Benjolan dipayudara
  • Puting susu ketarik, atau keluar cairan
  • Kelainan kulit: seperti kulit jeruk, kulit payudara ketarik kedalam, luka hingga bernanah
  • Benjolan di ketiak dan pengbengkakan lengan

Pencegahan Kanker Payudara

  • Menerapkan gaya hidup sehat. Misalnya, mengurangi konsumsi makanan berlemak, menjaga berat badan yang sehat dan ideal, teratur berolahraga, dan membatasi konsumsi alkohol.
  • Menyusui dikatakan bisa menurunkan risiko kanker payudara, dikarenakan saat menyusui tingkat hormon esterogen tetap stabil.

Pengobatan Kanker Payudara

  • Bergantung pada stadium penyakit, tingkat perkebangan kanker, dan kondisi umum pasien.
  • Kanker payudara stadium awal yang dideteksi secara dini umumnya bisa sembuh total dengan tindakan operasi.
  • Pengobatan lainnya bisa dengan kemoterapi dan radioterapi (penyinaran).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *