Kanker Nasofaring

Lebih dari 60 % kanker nasofaring terjadi pada usia produktif

Apa itu Kanker Nasofaring ?

merupakan keganasan dari tenggorokan (faring). Kanker ini merupakan salah satu dari lima kanker terbanyak di Indonesia.

Cara Deteksi Dini

  • Sebagian besar penderita kanker nasofaring datang dalam stadium lanjut sehingga sulit ditangani.
  • Menegali gejala-gejala yang muncul adalah cara paling mudah untuk medeteksi kanker ini. Keluhan pilek berkepanjangan, mimisan atau benjolan yang semakin membesar, harus dicurigai adanya kemungkinan penyakit ini.
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami keluhan di samping.

Pencegahan Kanker Nasofaring

  • Kurangi mengkonsumsi ikan asin dan asianan sayuran.
  • Untuk para pekerja pabrik pengelola kayu dan plastik diusahakan untuk mempunyai ventilasi yang baik begitu juga dengan di rumah.
  • Melakukan pola dan gaya hidup sehat.

Apa yang perlu Anda Ketahui

Kanker nasofaring berkaitan dengan etnis tertentu. Kasus ini banyak ditemukan pada orang yang tinggal di Cina, Afrika bagian utara, Asia Tenggara, dan Alaska.

Polusi udara dari tempat kerja berisiko membuat seseorang mengalami kanker nasofaring, seperti dari serbuk kayu dan zat kimia formaldehyde.

GEJALA KANKER NASOFARING

Gejala tersering :

  • Pembesaran kelenjar di leher dekat telinga
  • Mimisan Sakit Kepala

Gejala lain :

  • Keluhan hidung: tersumbat, mimisan, bindeng
  • Keluhan telinga: tuli sebelah radang telinga tengah, telinga berdenging
  • Penglihatan ganda

Faktor Resiko Kanker Nasofaring

  • Jenis kelamin. Pria berisiko 2-3 kali lebih besar mengalami kanker ini dibanding wanita.
  • Usia. Rata-rata terjadi pada usia 40-50 tahun.
  • Infeksi virus Epstein-Barr (EB) disebut salah satu faktor terjadinya kanker ini. Kandungan nitrosamin pada ikan asin diketahui sebagai media yang baik untuk tumbuhnya virus EB.
  • Sosial ekonomi rendah. Asupan dan kualitas nutrisi yang rendah menjadi salah satu faktor.
  • Faktor lain adalah merokok dan polusi udara.

Pengobatan Kanker Nasofaring

  • Pada umumnya pengobatan yang dilakukan melalui kemoterapi, radiasi (penyinaran), atau gabungan keduanya.
  • Terapi pembedahan jarang dilakukan karena berisiko untuk penyebaran sel kanker ke tempat lain.
  • Terapi paliatif ditujukan pada kanker stadium akhir untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi gejala yang muncul.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *