Kanker Leukemia

Lebih dari 80% kasus leukemia terjadi pada usia lebih dari 45 tahun, dengan rata-rata pada usia 65 tahun.

Apa itu Leukemia ?

Merupakan kanker yang menyerang sel darah sehingga sel darah tidak berfungsi dengan baik dan tumbuh secara berlebihan. Hal ini disebabkan kelainan kromosom (genetik).

Cara Deteksi Dini

  • Konsultasikan pada dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di samping. Keluhan anemia bukanlah gejala yang mudah dikenali. Seringkali diaggap kelelahan karena kurang beristirahat.
  • Kenali secara dini tanda anamia jika keluhan berlanjut dalam waktu lama.
  • Pemeriksaan darah rutin sederhana akan membantu mengenali secara dini gangguan pada darah atau kanker darah.

Apa yang Perlu Anda Ketahui

Gejala yang umumnya muncul adalah ANEMIA (3 L : Lemsh, Letih, Lesu)

  • Penyakit herediter sindrom down, biasa disebut dengan autis, juga merupakan faktor risiko leukemia.
  • Leukemia berkaitan dengan pembentukan sel darah yang berlebihan di sumsum tulang. Namun, darah yang terbentuk belum matang sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
  • Jenis leukemia bisa akut maupun kronis. Pada leukemia akut perkembangan penyakit begitu pesat dan cepat, tidak seperti pada leukemia kronis yang butuh waktu bertahun-tahun baru menimbulkan gejala.

 Gejala lain, bisa berupa :

  • Penurunan berat badan
  • Pembesaran organ: terasa ada yang keras di perut
  • Cepat kenyang
  • Keringat malam
  • Perdarahan/bintik-bintik merah di kulit
  • Demam

Pencegahan Leukemia

Tidak ada pencegahan khusus untuk kanker ini. Menghindari paparan radiasi berlebihan menjadi salah satu pencegahan kanker ini. Pola dan gaya hidup sehat akan membantu Anda terhindar dari zat karsinogenik penyabab kanker.

Faktor Resiko Leukemia

  • Usia. Bergantung pada jenisnya, pada umumnya menyerang usia 40-50 tahun. Walaupun bisa ditemukan pada usia uda dan lebih .
  • Penggunaan senyawa benzene dan turunannya secara berlebihan, misalnya pada pengawet makanan, pewarna (cat), insektisida, dll.

Pengobatan Leukemia

  • Pada umumnya dengan pengobatan kemoterapi.
  • Radioterapi, menggunakan sinar X untuk menghancurkan sel kanker.
  • Transplantasi stem cell, untuk mengganti sumsum tulang yang rusak denga yang sehat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *